Bullying

Sesuatu yang terjadi di mana-mana. Eh… kenapa bullying jadi tulisan di animindo? ^^; No… not me. And I’m not the one who did it.  ^^;

Summer anime udah banyak yang tamat. At least beberapa yang gue ikutin udah tamat. Terus hubungannya ama judul bullying apa?

Di balik beberapa anime yang tamat itu tadi, ada satu anime yang memunculkan kasus bullying. Bukan sebagai alur cerita, tetapi sebagai kejadian behind the scene yang pada akhirnya menimbulkan banyak protes bahkan komunitas anime ada yang mengancam akan memboikot anime yang dimaksud beserta seluruh merchandise-nya. Anime itu adalah Kokoro Connect.

Sebenernya gue sendiri nggak ngikuti itu anime, tapi uproar yang terjadi karena anime itu menarik perhatian juga. Kejadiannya udah agak lama sih. Kira-kira kalau tidak salah 2 bulan sebelum anime itu rilis. Tapi belakangan menghangat lagi karena anime yang katanya 17 episode itu, “ditamatkan” di TV pada episode 13. Menyisakan 4 episode lagi yang katanya akan dirilis di media lain (DVD/BD). Ada kemungkinan akibat kejadian itu anime ini menjadi drop dan karena khawatir penjualan merchandise juga akan drop maka ditempuhlah cara ini untuk membuat orang membeli merchandise kalau ingin tahu bagaimana endingnya.

Bullying yang terjadi adalah seorang seiyuu yang termasuk baru dengan nama Ichiki, ditipu oleh produser dan staf anime itu. Ia diberitahu bahwa akan dicasting untuk mengisi suara dalam anime tersebut dan mendapatkan major role. Dia disuruh datang audisi, diberi script (bohongan), disuruh acting, dst. Dan semua itu direkam dengan kamera tersembunyi. Hasil rekaman itu kemudian ditayangkan di nico nico douga. Di situ Ichiki juga diberitahu (baca: dipermalukan di muka umum) bahwa sebenarnya dia tidak mendapat peran apa-apa dan dia hanya dijadikan PR saja untuk mempromosikan anime itu. Itupun sebenarnya juga karena dia ‘dijebak’ sehingga dia mau tidak mau menjadi PR. Kronologi terjadinya bisa dibaca di sini atau di sini (isinya sama)

Kasus ini kontras sekali dengan kejadian di Jepang di mana seorang anak melakukan bunuh diri akibat bullying. Bullying memang sesuatu yang bisa terjadi di komunitas manapun, dan tidak jarang justru menimbulkan malapetaka bagi yang menjadi korbannya. Apapun sebutannya, meskipun dikemas dengan nama yang indah sekalipun, tetep aja tidak akan membuat bullying menjadi sesuatu yang baik untuk dilakukan.

As for the anime part, nggak tau deh apakah anime itu akan tetap diboikot atau nggak oleh para fans anime. Either way, sangat disayangkan kalau insiden seperti itu harus terjadi dan mengakibatkan sebuah anime yang (misalnya) bagus menjadi flop hanya karena ulah orang-orang di belakang layar.

Dan soal anime yang tamat (dan gue tonton), beberapa anime itu di antaranya:

Accel World. Meskipun di awal menurut gue si tokoh utama nggak ada “appeal”-nya, tapi lama-lama menarik juga untuk ngikutin serial ini. Bagian tengah sempet agak bikin gue down terutama di bagian yang nggak banyak kuroyuki-hime-nya … err… Haruyuki mulai berinteraksi ama si Nomi. Nggak tau kenapa, pas bagian itu rasanya gue ngikutinnya rada slowing down. Padahal itu kan yang klimaks ya? Hmm… something must’ve gone wrong with me.  :)) Tapi sayangnya udah tamat sementara masih ada hal-hal yang belum terceritakan, seperti ‘berserk mode’ nya Haruyuki. Mungkin di season 2?  :waw:

Hyouka. Okey… sebenernya agak kejebak juga ama yang satu ini. Tadinya ngirain ini something yang berkaitan dengan misteri atau case solving. Makin ke belakang ini ternyata yang slice of life romance remaja.  ^^; Not that I hated it, cuma kadang berpikir, even di negara maju seperti Jepang, mungkin yang terjadi di small towns nya ya seperti itu kehidupannya (loh? kok gue malah bahas kehidupan kotanya?) Hahaha. Tapi menurut gue memang agak sedikit lost begitu Hyouka = Ice Cream = I Scream itu terpecahkan oleh Hotarou di … 1/3 awal? The rest … jadi kayak kehilangan purpose. Tapi I must say, ini termasuk cara menceritakan romance yang unik. ^^;

Kono Naka ni bla-bla-bla. Lol. Ini bener-bener anime summer yang gue donlod karena iseng. Jadi ya… no further comment lah. Untuk hiburan ngeliat banyak karakter cewek aja.

Hagure Yuusha no Estetica. Hmm… Gue nonton for the action and the story. Bukan untuk ecchinya. Suwer.  :fufufu: Although I must say, cerita sih agak generic ya. Terlepas dari travelling antar dimensi, magic, sword, fantasy, ecc… Sebenernya sih masih penasaran ama ‘hidden agenda’-nya si seito-kaichou ama geng hmm… “SEELE” nya itu. Abruptly ended I must say. ^^;

Arcana Famiglia. Reverse harem? Endingnya sih udah bisa diduga dari awal. So, yeah, I dunno what to say.

Basicly, ya cuma itu-itu aja yang gue tonton. SAO belum tamat pas gue nulis ini… Mungkin sih tinggal satu episode lagi untuk season ini karena denger-denger sih akan dibuat jadi 2 season. Eureka Seven AO ngikutin but not that eager. Anyways, looking forward for fall season animes. Looks like I have high hopes on them… Especially ada beberapa yang featuring Sawashiro… :p

One thought on “Bullying

  1. Permisi! dibutuhkan, penerjemah anime (video anime), tidak perlu pro dalam menggunakan program translater, yang terpenting memiliki niat yang kuat untuk belajar. Berminat silahkan hubungi kami disini [http://www.dwnsns.com/2012/07/recruitmen.html]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.